Minggu, 04 Oktober 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar II : Individu, Keluarga dan Masyarakat

Mind Map

BAB III : INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1. PERTUMBUHAN INDIVIDU

 A. PENGERTIAN INDIVIDU
     Individu berasal dari kata latin "individuum" yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. 

 B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
     Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi tidak ada, dari kecil menjadi besar dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain. 

 C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN INDIVIDU
      a.) Pendirian Nativistik
            menurut para ahli dari golongan ini pertumbuhan individu itu semata-semata
            ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
      
      b.) Pendirian Empiristik dan Environmetalistik
           para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung atau
           jauh lebih menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya.

      c.) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme 
           Yaitu interaksi dasar dan lingkungan yang dapat menentukan perutumbuhan
           individu. 

      d.) Tahap Pertumbuhan Individu Berdasarkan Psikologi 
           Yaitu pertumbuhan individu sejak lahir sampai dewasa atau masa kematangan.

          a.) Masa Vital (umur 0-2 tahun)
               Yaitu masa untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada
               masa itu seorang individu baru dilahirkan di dunia.
          b.) Masa Estetik (umur 2-7 tahun)
                Yaitu masa yang mempelajari panca indra pada tubuh individu tersebut.
          c.) Masa Intelektual (umur 7-13/14 tahun)
               Yaitu masa dimana sudah mulai mempelajari segala hal tentang sosialisasi dan
               mempelajarinya di lingkungan keluarga dan sekolah.
         d.) Masa Remaja (umur 13/14-20/21 tahun)
          1.) Masa Pra Remaja
                Pada masa ini timbul sifat-sifat negatif meliputi sikap negative dalam prestasi
                baik prestasi jasmani maupun mental.
          2.) Masa Remaja
               Yaitu masa dalam pembelajaran mengetahui suatu hal baik dan buruk yang
               akan menentukan pembentukan karakter dimasa yang akan dating.
          3.) Masa Usia Mahasiswa
               Disini remaja sudah dapat menguji diri lebih lanjut dalam kehidupan serta 
               menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk membuat pendirian
               hidup.


2. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA

 A. PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA
      Keluarga mempunyai perannya masing-masing dalam sosialisasi di lingkungannya. Fungsi Keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
 B. MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
      a.) Fungsi Biologis
          Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan
          persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi
          proses kelangsungan keturunan.
    b.) Fungsi Pemeliharaan 
         Yaitu keluarga dapat memberikan perlindungan seperti menyediakan rumah
         sebagai tempat berlindung, memelihara kesahatan dan memberikan pengamanan
         dari bahaya.
    c.) Fungsi Ekonomi 
         Berarti keluarga mempunyai kewajiban untuk memberikan kebutuhan pokok
         seperti pangan sandang dan tempat tinggal.
    d.) Fungsi Keagamaan 
         Dengan dasar pedoman Pancasila keluarga diwajibkan untuk menjalani
         dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam
         pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    e.) Fungsi Sosial 
         Dengan fungsi ini diharapkan agar didalam keluarga selalu terjadi pewarisan
         kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan.

3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

 A. PENGERTIAN INDIVIDU
     Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

 B. PENGERTIAN KELUARGA
     ada beberapa pandangan  atau anggapan mengenai keluarga. 
  •  Menurut  Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa perkawinan itu menurut beliau adalah berdasarkan pada libido seksualis. Dengan demikian keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami istri.
  • Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pada hasrat atau nafsu berkuasa.
  • Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
  • Menurut Ki Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
 C. PENGERTIAN MASYARAKAT
     Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
     Golongan Masyarakat ada dua, yaitu : 

a.) Masyarakat Sederhana
    Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam.

b.) Masyarakat Maju
    Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

          
         1.) Masyarakat non Industri
            Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder.


                 Kelompok primer
   Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Dikarenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab. Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

 - Kelompok sekunder
    Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung,formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan pertimbangan rasional. Obyektif.Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah diplot dalam program-program yang telah disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.

     2.) Masyarakat Industri

Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.


4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

 A. MAKNA INDIVIDU
    Manusia adalah makhluk Individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan seluruh jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan dan kelemahannya.

 B. MAKNA KELUARGA
     Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.

 C. MAKNA MASYARAKAT
    Dalam arti luas masyarakat dimaksud keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya, atau dengan kata lain : kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan, dan sebagainya.

5. URBANISASI DAN URBANISME
    
   Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan menyangkut Dua aspek, yaitu : 
  • Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota
  • bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa.

Sehubungan dengan proses tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik. Artinya, sebab suatu saerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa, sehingga orang-orang pendatang semakin banyak.


Sumber : 
https://faisaladamsyah.wordpress.com/2013/10/28/individu-keluarga-dan-masyarakat/
http://anam1506.blogspot.co.id/2014/11/bab-3-individu-keluarga-dan-masyarakat.html

Minggu, 27 September 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar I : Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan



Bab II : Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

A. PENDAHULUAN
     
     Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
      Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rokhaniah maupun kebudayaan kebendaan yang berakibat pada berubahnya cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pokok bahasan ini, akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata-pranata sebagai akibat perkembangan kebudayaan.

B. PERTUMBUHAN PENDUDUK
     
    Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Misal : dengan bertambahnya penduduk berarti persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya harus juga bertambah.
    Apabika pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas akan menimbulkan masalah seperti tingginya angka pengangguran, kemiskinan, dan timbulnya tindak kejahatan. 
     
     Pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut : 
1. Kematian (Mortalitas)
2. Kelahiran (Fertilitas)
3. Migrasi

   Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate, yaitu kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.

1. Kematian
    ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua jenis tingkat kematian saja yakni :

a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
    Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada satu tahun per
jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
    Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Misalnya laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki umur 25 tahun. 
    Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti.

2. Fertilitas (Kelahiran Hidup)
   Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran moralitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut : 
1) Sulit memperoleh angka statisik lahir hidup karena banyak bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran.
2) Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak.
3) Makin tua umur wanita tidak berarti kemungkinan mempunyai anak menurun.
4) Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja.

   Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
    Facundity adalah kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
    Fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Pengukuran fertilitas selalu didasarkan atas jumlah kelahiran hidup pada kelompok penduduk pada periode tertentu. Tinggi rendahnya kelahiran dalam sekelompok penduduk tergantung pada : struktur umur, pengguna alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.

General Fertility Rate (GFR) Angka Kelahiran Umum
   GFR adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.

Age Specific Fertility Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus
   ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun. Ukuran yang ini lebih baik, oleh karena itu ada perbedaan yang jelas mengenai fertilitas wanita dalam tiap kelompok interval 5 tahun.

3. Migrasi
   Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu yang baru misalnya minimal 6 bulan. 
   Migrasi adalah merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.
    
   Jika seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain sebaiknya memperhatikan faktor-faktor berikut : 
- persediaan sumber alam
- lingkungan sosial budaya
- potensi ekonomi
- alat masa depan
   
    Dengan mengetahui faktor-faktor diatas setidaknya terhindar dari akibat negatif. Secara garis besar migrasi di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu : urbanisasi dan migrasi interegional atau transmigrasi.

Akibat Migrasi
a. Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat
    mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. para urbanit kebanyakan
    terdiri dari golongan muda yang produktif. akibatnya memungkinkan pertumbuhan
    penduduk yang pesat di kota.

b. Migrasi interegional di indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur
    produktif. Di DKI Jakarta sebagai akibat dari adanya migrasi interegional
    pertumbuhannya menjadi sangat pesat.

c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada
    tahun 1971 sampai dengan 1980. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi
    penduduk Indonesia. Komposisi penduduk mempunyai peranan penting karena
    merupakan pengelompokkan daripada penduduk yang didasarkan pada karakteristik
    tertentu yang akan disesuaikan dengan kegunaannya. Komposisi penduduk menurut
    umur dan jenis kelamin mempunyai peranan penting untuk mengetahui : 
- Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
- Rasio ketergantungan.
- Jumlah wanita dalam usia subur.
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia.

   Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk karena dapat langsung diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak , dewasa dan orang tua pada wilayah tertentu. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk piramida yang berbeda-beda pula.

Ada tiga jenis struktur penduduk : 

1. Piramida penduduk muda
    Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang
    berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.

2. Piramida Stationer
    Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat
    kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.

3. Piramida penduduk tua
    Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya tingkat kelahiran yang sangat
    pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar,
    maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.

Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)
    Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%)


C. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

 A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA

1. Zaman Batu sampai Zaman Logam
    Zaman batu terbagi menjadi dua, yaitu :
- Zaman batu tua     (Paleolithikum)
- Zaman batu muda (Neolithikum)

    Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk maupun permukaan masih kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa proto Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar maupun kecil bersegi-segi itu berasal dari cina selatan, menyebar ke arah selatan sampai ke semenanjung Malaka lalu berlanjut ke pulau-pulau lainnya.

    Bersamaan dengan persebaran budaya kapak batu, tersebar pula bahasa Proto Austronesia yang menjadi cikal bakal dan indukbahasa-bahasa di wilayah negara-negara Anggota Asean, Khususnya Republik Indonesia. Zaman batu muda (Neolithikum) membawa revolusi dalam kehidupan manusia seperti hidup menetap, membuat rumah, membentuk kelompok masyarakat, bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Bangsa-bangsa Proto-Austronesia membawa kebudayaan Dongson yang diantaranya berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu dari bahan perunggu. Permulaan zaman logam ini pada dasarnya sangat penting sekali untuk perkembangan sejarah Indonesia selanjutnya.

B. KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA, DAN ISLAM.

1. Kebudayaan Hindu dan Budha
    Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Sekitar abad ke-5, agama Budha masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama Budha dikatakan lebih maju daripada agama Hindu. Sebab, Budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia berkembang secara damai. Masing-masing melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra.

2. Kebudayaan Islam
    Pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung dalam suasana damai. Di daerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam Mempunyai pengarus yang mendalam dalam kehidupan penduduk wilayah tersebut. Agama islam berkembang dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia karena Kebudayaan Islam Memberi pengaruh yang besar bagi kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

C. KEBUDAYAAN BARAT
     Awal kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda. di beberapa kota juga muncul bangunan dengan gaya arsitektur barat. Dalam kurun waktu itu juga di kota-kota pusat pemerintahan berkembang dua lapisan sosial :
1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.
2. Lapisan sosial kaum pegawai.

   Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Namun itu belum sepenuhnya diterima sebagai milik nasional. Dikatakan bahwa kebudayaan modern sekarang yang berpangkal pad ilmu, ekonomi dan kemajuan teknologi dengan ciri otonominya, juga goncang, sehingga merendahkan martabat umat manusia.

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
     Berbagai penelitian Antrophologi menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara corak-corak kebudayaan dengan kepribadian. Opini umum juga menyatakan, bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.

Contoh :
    Di Indonesia jika wanita hamil tidak mempunyai suami, ia telah melanggar adat/kebiasaan suatu keluarga, masyarakat dan bangsa pada umumnya. Budaya Indonesia yang berakar dari agama tidak membenarkan hal semacam itu. Akibatnya, orang itu akan dikucilkan dan direndahkan hakikatnya sebab ia telah melanggar adat/kepribadian keluarga dan masyarakat di sekelilingnya.

Kesimpulan
   Sifat-sifat Kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Di luar itu, ciri-ciri kepribadian bangsa juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah dan suka menolong dan bergotong royong adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang ada di Indonesia dan menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.